Senin, April 20, 2026
Beranda Riau DURI Terbaik, Posyandu Anggur Merah Pematang Obo Wakili Bathin Solapan ke Bengkalis

Terbaik, Posyandu Anggur Merah Pematang Obo Wakili Bathin Solapan ke Bengkalis

Jagariau – BATHIN SOLAPAN – Kerja keras Posyandu bernama Anggur Merah Desa Pematang Obo dalam meraih hasil terbaik terbayar lunas dengan mewakili Kecamatan Bathin Solapan ke tingkat Kabupaten Bengkalis.

Hal tersebut diketahui saat Tim penilai dari Kabupaten Bengkalis, Perwakilan Pokja IV turun kelapangan didampingi Kepala seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Bathin Solapan, Tasarjon di Desa Pematang Obo, Rabu (31/8/22).

“Kader Posyandu akan senantiasa melakukan pemantauan akan perkembangan pertumbuhan anak dan juga dibutuhkan peran aktif orang tua dalam mendukung program posyandu,”ujar Tasarjon mewakili Camat Bathin Solapan.

Dikatakan Tasarjon, Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam menjadikan anak sehat dan cerdas. Kepada Balita juga dilakukan croschek dilanjutkan dengan pembuatan data yang akan jadi bahan acuan akan anak anak bangsa.

Kepala Desa Pematang Obo, Pangibulan Sirait, mengurai keberadaan Posyandu diwilayahnya sejak 2018 lalu. Dengan usia yang relatif baru, dibawah bimbingan Puskesmas Balai Makam, Desa Pematang Obo telah memiliki 3 Posyandu. Dalam penilaian tingkat Kecamatan lalu, pihaknya berhasil meraih peringkat ke 2 dan tahun ini masuk dalam nominasi penilaian tingkat Kabupaten Bengkalis.

“Berkat kerja keras serta kekompakan pembimbing dan para kader Posyandu, Desa Pematang Obo dapat menjaga masyarakat dari dampak Sunting (gizi buruk),”terangnya dihadapan Ketua TP PKK Kecamatan Bathin Solapan.

Pemerintah Desa Pematang Obo juga mengucap terimakasih ke pada Bupati Bengkalis Kasmarni, melalui Program Bengkalis Bermasa.”Dengan anggaran pemberdayaan dari anggaran Program Bermasa sangat membantu kebutuhan kelengkapan Posyandu yang ada,”aku Kades.

Tim penilai Pokja IV, Fadli mengapresiasi pemahaman Sunting di desa ini dan Kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam mengatasi permasalahan Sunting. Data pencatatan maupun pelaporan Kader Posyandu menjadi acuan dalam perkembangan kesehatan anak dan ini akan menjadi dasar pedoman mengetahui perkembangan kemajuan mundurnya kesehatan seorang anak di satu daerah.

“Data ini akan berlanjut ke Kemenkes dan acuan perhatian bagi Pemerintah Pusat maupun Daerah dan ini tanggung jawab kita bersama,”terangnya.

Untuk Kabupaten Bengkalis, permasalahan Sunting saat ini diperkirakan masih di angka 18 persen dan melalui Program unggulan Bupati Bengkalis menekan angka ini dan diharapkan tuntas tahun 2024.”Untuk itu, dengan Koloborasi Kader Posyandu dan Kader PKK diharapkan dapat menjalankan program serta bimbingan dalam menekan persoalan Sunting,”harapnya.(Bil)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments