Senin, April 20, 2026
Beranda INHIL Saksikan Persalinan Istri, Suami di Inhil Kaget Dapati Bayinya Lahir Tanpa Kepala

Saksikan Persalinan Istri, Suami di Inhil Kaget Dapati Bayinya Lahir Tanpa Kepala

Jagariau – TEMBILAHAN – Rintihan derita seorang ibu saat akan bersalin semakin histeris saat mengetahui bayi yang dilahirkannya tidak lagi utuh di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil). Diduga, Bidan yang membantu persalinan itu tak sabar saat membantu lahirnya bayi itu hingga kepala dan badan terpisah, Jum’at (26/8/22) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Trauma berat, itulah yang dialami Khaidir, ayah bayi yang berprofesi sebagai buruh disalah satu bengkel las di Kota seribu parit itu dikarenakan dirinya melihat secara langsung peristiwa itu.

“Saya menyaksikan proses persalinan yang dilakukan bidan menyebabkan hilangnya nyawa anak saya, Kepala tertinggal didalam,”ujarnya lirih didampingi Kuasa Hukumnya, Selasa (30/8/22).

Dalam kondisi trauma berat, Khaidir warga Jalan Sungai Beringin, Tembilahan saat coba memaksakan bercerita akan kisah pilu itu kepada sejumlah wartawan didampingi istrinya Nova.

Pada malam naas itu, istrinya mengalami pecah ketuban dan bergegas menggunakan mobil ambulan Puskesmas Gajah Mada sesuai dengan aturan main BPJS Kesehatan yang ia dan keluarga miliki. Saat tiba di UGD, pemeriksaan bidan pun dilakukan dan terlihat jelas pinggul bayi telah keluar.

Bidan berusaha mengeluakan kaki bayi dan dilakukan pengorekan dan berhasil perlahan mengeluarkan tangan, namun kepala masih tertinggal hingga bidan harus naik ketas tempat tidur melakukan tindakan spontan. Naas, diduga tidak sabar dan terlalu kuat menarik badan bayi, kepala bayi akhirnya putus dan tertinggal didalam.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, sang Ibu bergegas RSUD Puri Husada untuk mengeluarkan kepala bayi yang masih tertinggal didalam. Tercetus rencana tindakan operasi, namun sang Ibu berusaha mengejan dan akhirnya kepala bayi keluar tanpa operasi

“Setelah istri saya tahu bahwa yang tertinggal itu kepala , istri saya mencoba dengan sekuat tenaga (mengejan) akhirnya keluar lah tanpa harus operasi sesar,” ungkap Khaidir dengan mata berkaca-kaca.

“Saya selalu terbayang peristiwa itu kapan dan dimana saja saat memejamkan mata. Darah segar menyembur keluar saat kepala bayi terpisah dari badan,”kisahnya dengan mata berkaca-kaca.

“Yang saya bingung, kenapa waktu pinggul bayi keluar kenapa tidak dilakukan operasi saja jika tidak normal dan membahayakan. Masih bersyukur istri saya masih diberikan keselamatan dan sudah pulang kerumah pagi tadi,”sambungnya.

Ditambahkan Khaidir, yang lebih membuat dirinya geram, bidan puskesmas itu tidak ada upaya untuk menyatukan jasad bayinya. Bayi dibawa pulang dalam keadaan terpisah antara tubuh dan kepala, hingga dimakamkan pun kepala dan badannya tidak tersambung.

“Tidak ada niat untuk menjahit jasad anak saya. Siapa yang tidak sedih menyaksikan anaknya seperti itu. Saya harus bela anak saya,”ungkapnya kesal.

Menanggapi peristiwa itu, Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Marlina saat dikonfirmasi lebih memilih bungkam seribu bahasa. Marlina terkesan menutupi oknum bidan itu.

Hal serupa juga dilakukan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, Rahmi dengan memilih diam meskipun telah dikirimi pesan singkat. Pesan hanya dibaca tanpa dibalas meski dibaca.(Mel)

Sumber : Riauterkini.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments