Jagariau – DURI – Sempena Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke -77, tidak hanya diperingati dengan kemeriahan eforia seremonial. Cara tersendiri dilakukan oleh jajaran Babinsa Koramil 03 Mandau dengan mendatangi dan membersihkan Monumen korban Perang Dunia Ke – II secara bergotong royong yang dipimpin Peltu Sigit NW, Jum’at (26/8/22).
Monument yang terletak di Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis itu ternyata punya sejarah khusus Dimata Babinsa itu. Menurut Dandim 0303/Bengkalis melalui Danramil 03 Mandau, Kapten Arh Jemirianto. Sejarah kekejaman penjajah akan Bangsa Indonesia terus terngiang dibenak masyarakat hingga inisiasi berdirinya monumen terlaksana.
“Kegiatan ini masih berhubungan dengan peringatan HUT ke 77 RI tahun 2022 dan jelang perayaan HUT TNI 5 Oktober 2022 nanti, dimana TNI khususnya dan masyarakat luas pada umumnya tidak boleh melupakan sejarah dimana di Kota Duri terdapat saksi bisu kekejaman penjajah terhadap rakyat Indonesia pada saat perang Dunia ke-II,”ujar Jemirianto.
Dikisahkan Jemi sapaan akrabnya, Sekitar tahun 1950-an, pada saat
Proses pembuatan infrastruktur migas di Duri, pihak PT. Chevron pada saat itu menemukan banyak tulang belulang terkubur, kuat dugaan tulang belulang itu merupakan korban kerja paksa di zaman penjajah Jepang kepada romusha. Tulang belulang itu lalu dipindahkan ke lokasi yang sekarang berdiri monumen di komplek PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) yang saat ini sudah berganti nama dan dikelalo PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
“Untuk itu, hari kita ada disini guna mengenang kekejaman itu dan patut kita ingat,”ujarnya.
Pantauan dilapangan selain bergotong royong membersihkan monument, Babinsa juga tampak merawat kembali bangunan monument dengan melakukan pengecatan mall pembatas.(Bil)











