Kamis, Juni 4, 2026
Beranda JAKARTA Misi Hapuskan Miskin Ekstreem Jadi Alasan Bupati Meranti Audiensi Bareng Tiga Kementrian

Misi Hapuskan Miskin Ekstreem Jadi Alasan Bupati Meranti Audiensi Bareng Tiga Kementrian

Jagariau – JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil kembali memboyong jajarannya beraudiensi dengan sejumlah Kementerian di Jakarta, Rabu (15/2/23). Kali ini kunjungan itu menyasar ditiga Kementerian diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perdagangan.

Dalam audiensi di Kementerian Perindustrian, Bupati Adil disambut langsung oleh Dirjen IKM Ir. Reni Yanita.

Dikatakan Reni, Kementerian Perindustrian telah membangun Sentra IKM Sagu dan Sentra Kopi Liberika di Kepulauan Meranti.”Sejak tahun 2016 hingga 2021, Kementerian tersebut sudah hadir di Meranti,”ujarnya.

Kesempatan itu digunakan Bupati untuk menyampaikan usulan pembangunan Sentra Kelapa di Meranti. Menurutnya, hal itu penting dilakukan guna membantu membuka lapangan kerja dan memaksimalkan komoditas perkebunan setelah sagu dan kopi.

“Yang terpenting bisa ikut membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Meranti. Saat ini Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 6 hektar di Pulau Rangsang untuk Sentra Kelapa,”ungkapnya.

Setelah itu, Bupati yang dikenal dengan ciri khas kerasnya itu dan rombongan melanjutkan pertemuan dengan Dirjen Penguatan Daya Saing, KKP Ir. Ishartati.

Kali ini, Bupati membahas kelanjutan Program Kampung Kakap Putih dari KKP dan telah berjalan di Kepulauan Meranti. Selain itu, Adil juga meminta Kementerian tersebut menginventarisir lewat program untuk 1.344 nelayan di Meranti yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Kami berharap KKP bisa menginventarisasi agar para nelayan kami bisa keluar dari miskin ekstrem,”pintanya.

Menanggapi permintaan itu, Dirjen Daya Saing KKP, Isharti menuturkan dalam dua terakhir kementerian tersebut telah mengalami pemotongan anggaran sehingga menyebabkan beberapa program menjadi terkendala.

“Kita akan mengupayakan pada tahun 2024 mendatang, sejumlah program yang telah kita buat dapat dimaksimalkan dan akan menindaklanjuti 1.344 nelayan yang ada di Meranti,”ungkapnya.

Setelah itu, Bupati dan jajaran melanjutkan pertemuan dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Dr. Kasan. Setidaknya, ada tiga poin yang menjadi usulan dari Pemkab Meranti, usulan revitalisasi pasar, izin perdagangan lintas batas dan pembangunan gudang.

“Usulan-usulan itu sangat berpengaruh untuk menekan angka inflasi dan membuka peluang ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh Kepulauan Meranti,”tuturnya.

Dr. Kasan menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan telah menerima pengajuan usulan dari Kepulauan Meranti terkait revitalisasi pasar dan pembangunan gudang. Sedangkan usulan terkait perdagangan lintas batas, dia meminta Pemkab Meranti bersurat secara resmi dengan kementerian tersebut.”Agar dapat dipelajari lebih lanjut,”terangnya.

Ikut mendampingi Bupati, Sekda Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto, para Asisten, Staf Ahli dan kepala OPD terkait.(Nov)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments