Minggu, April 19, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Temuan Mayat di Basement Parkir Gedung DPRD Riau, Ini Penyebab Kematiannya

Temuan Mayat di Basement Parkir Gedung DPRD Riau, Ini Penyebab Kematiannya

Jagariau – PEKANBARU – Teka teki penyebab kematian sosok mayat didalam mobil yang terparkir di Basement gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Sabtu (10/9/22) lalu akhirnya dikuak Polisi. Korban diyakini murni bunuh diri.

Hal tersebut terkuak saat Polresta Pekanbaru menggelar konferensi pers, Jum’at (16/9/22). Tim Biddokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto menyebut jika penyebab kematian korban adalah kekerasan tumpul pada bahagian leher yang menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan hingga korban mati lemas. Dalam otopsi tim juga tidak menemukan adanya patah tulang pada bahagian leher yang mengindikasikan meningg akibat cekikan.

“Kami meyakini ada jejak jerat di bagian leher yang dari depan mengarah ke atas. Kemudian ada luka lecet tekan,”ujarnya.

Menurutnya secara keilmuan, kasus ini masuk dalam kategori gantung tidak sempurna. Ini juga dapat mengakibatkan meninggal dunia.”Apakah bisa meninggal dalam kondisi gantung tidak sempurna ini? Bisa. Ada sejumlah kasus serupa baik dalam negeri maupun di luar negeri,”imbuhnya.

Kendati mengakibatkan meninggal dunia, namun proses kematian akan memakan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan gantung sempurna.

Pihaknya juga mengaku tidak menemukan tanda-tanda kehamilan. Baik setelah melakukan pengecekan pada bagian rahim dan urine korban. Begitu juga dengan tanda-tanda bahwa korban terindikasi mengkonsumsi narkoba.”Benar kita temukan cairan darah di bagian hidung. Namun ini lazim terjadi dalam kasus serupa,”paparnya didampingi Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi dan Kasatreskrim, Kompol Andrie Setiawan.

Hasil otopsi diperkirakan kematian korban sudah terjadi dalam 24 sampai 36 jam. Ini juga bukti dari ditemukannya tanda-tanda kebusukan, otot lemas, kaku mayat dan sesuai dengan fakta-fakta hasil penyidikan.

Kasatreskrim, Kompol Andrie Setiawan dalam pemaparannya mengaku telah memeriksa 28 orang saksi, diantaranya 15 orang dari lingkungan kerja, 3 orang keluarga, 3 orang rekan kantor, 3 saksi umum dan sebagainya.”Dari penyelidikan pola kematian dan luka sesuai dengan kasus gantung diri. Dari fakta-fakta tidak ditemukan tanda-tanda yang tidak sesuai dengan kasus gantung diri,”

Dikatakan Andrie, ditemukan beberapa fakta dari hasil analisis handphone milik korban yang masih berada di dalam mobil.”Setelah dianalisis pada Hand phone (HP), korban sempat melakukan foto atau selfie dan dikirimkannya kepada temannya berinisial AM pada hari Jumat pukul 13.10 WIB. Foto sendiri tersebut menampakkan korban yang hendak melakukan bunuh diri,”cerita Andrie.

“Tidak hanya itu, sekira pukul pukul 14.40 WIB, korban juga sempat mengirimkan pesan kepada anaknya yang berisikan permohonan maaf.”Kemudian pukul 14.14 WIB, dari nomor HP korban mengirimkan pesan WhatsApp kepada anak korban yang mana pesan tersebut berisikan permohonan maaf dari korban itu sendiri.

Masih berdasarkan fakta yang didapat dari HP, korban juga sempat berkeluh kesah dengan saksi berinisial MF yang diduga merupakan guru spiritualnya.”Korban juga sempat berkeluh kesah dengan saksi berinisial SM seperti melakukan ruqyah. Semua itu terekam berdasarkan hasil analisis HP korban,”tuturnya.

Korban juga sempat berkomunikasi dengan suami sirinya berinisial F dengan bentuk ancaman-ancaman bahwa korban akan melakukan bunuh diri.”Ditemukan juga saksi lain inisial F dan korban memberikan ancaman-ancaman yang mengarah kepada bunuh diri.

Seperti diketahui, korban FY yang bekerja pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau itu ditemukan tewas didalam mobil pribadinya.(Hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments