Rabu, Mei 13, 2026
Beranda Riau DURI Lebih Intelektual dan Terstruktur, Tokoh Minang di Duri Pilih Gabung IKM

Lebih Intelektual dan Terstruktur, Tokoh Minang di Duri Pilih Gabung IKM

Jagariau – DURI – Bentuk kekecewaan mendalam akan organisasi Ikatan Keluarga Minang yang ada di Riau, Tokoh Minang di Kota Duri, Kecamatan Mandau menyatakan bergabung ke organisasi yang lebih Intelektual, Solidaritas dan Profesional serta mempunyai dasar hukum yang kuat, Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM)

Hal tersebut diungkapkan Tokoh Perempuan Minangkabau Duri, Elidanetti, SH, MH. Menurutnya, IKM menjadi pelabuhan sebahagian besar perantau Minang diempat Kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau dikarenakan komitmen dan AD/ART yang lebih jelas.

“IKM ini sudah terbentuk di 32 Provinsi dan 9 Negara di Dunia dan direncanakan pelantikan DPC IKM Duri akan berbarengan dengan pelantikan DPD Bengkalis, Pelalawan, Rohil, Siak, Inhil. Duri sendiri akan menjadi tuan rumah,”ujarnya didampingi Ketua DPC IKM Duri terpilih, Indra Verniza Dt Mangiang dan sejumlah tokoh Minang Duri lainnya.

Dikisahkan tokoh perempuan yang juga berprofesi sebagai advokat Nasional ini, berawal dari aksi arogan dan diktator Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau dengan membekukan kepengurusan IKMR Mandau tanpa alasan yang jelas pada Juli 2022 lalu yang sejatinya baru berakhir pada September 2022 mendatang, membuat sebahagia besar perantau Minang yang ada di Kecamatan penghasil minyak bumi itu berbondong bondong bergabung kewadah IKM yang diwacanakan akan dilantik dalam waktu dekat yang akan dihadiri sejumlah tokoh Minang Nasional, salah satunya Fadli Zon dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Saniaga Uno.

“Untuk sejumlah posisi kepengurusannya sudah diisi dengan sebelas Ketua Ikatan keluarga yang ada diperantau Minangkabau khusus di Duri dan mencakup empat Kecamatan. Untuk itu kami mulai meninggalkan wadah yang lama dikarenakan menurut kami tidak memiliki payung hukum yang jelas Daan sudah terkontaminasi,”tudingnya.

Ditambahkan tokoh perempuan yang akrab disapa Bunda Eli ini, dirinya menilai jika wadah perantau diseberang IKM telah terpecah belah dan rentan dipolitisir.

“Untuk itu bagi perantau Minang yang ada di Kota ini, mari bergabung dan maju bersama wadah yang jelas lebih Intelektual, solidaritas dan Profesional. Tinggalkan wadah yang tidak sehat dan sudah terkontaminasi,”ucapnya.(Bil)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments