Senin, April 20, 2026
Beranda INHIL Bayinya Jadi Korban, Ortu dan Puskesmas di Tembilahan Berakhir Damai

Bayinya Jadi Korban, Ortu dan Puskesmas di Tembilahan Berakhir Damai

Jagariau – TEMBILAHAN – Masih ingatkah kejadian kepala bayi pasien yang terputus saat bersalin di Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Gajah Mada, Tembilahan? Meski sang suami, Khaidir sempat trauma dan menyayangkan sikap bidan saat membantu persalinan istrinya, Nova, kini keduanya, bidan dan pasien sepakat menempuh jalur damai.

Perdamaian kedua belah pihak itu tampak berlangsung di Puskesmas Gajah Mada, Tembilahan. Pada Kamis, (1/9/22) petang yang dihadiri keluarga korban dan penandatanganan disaksikan Kepala Puskesmas, pihak Kepolisian dan kuasa hukum korban.

“Pihak keluarga resmi memilih jalur damai, mengingat pihak keluarga tidak mau memperpanjang kasus ini,”ujar Hendri Irawan, SH MH, Kuasa Hukum keluarga korban.

Dikatakan Hendri, usai berdamai pihak keluarga Khaidir juga berjanji tidak akan mempermasalahkan kejadian yang telah terjadi dikemudian hari.

“Sebagai wujud tanggungjawab, pihak Puskesmas Gajah Mada akan memberikan layanan perawatan dan pengecekan rutin kepada Nova Hidayati selama menjalani masa nifas,” paparnya.

Lebih lanjut Hendri Irawan memaparkan, keluarga korban sudah menganggap bahwa insiden tersebut tanpa disengaja oleh pihak medis. Karena sesuai USG, bayi tersebut alami penyakit hidrosefalus.

“Bayi mengalami kelainan medis (sungsang,). Pihak Bidan yang bertugas mengambil pilihan untuk menyelamatkan nyawa si ibu,” terangnya.

Untuk diketahui, Kuasa Hukum Khaidir, Hendri Irawan meminta kepada para pengguna media sosial atau netizen tidak berspekulasi dan tidak menyebar video atau foto bayi, baik saat persalinan dan foto saat pemakaman.

“Kita mohon kepada netizen tidak menyebar video dan foto korban. Kami akan menempuh jalur hukum melakukan pelaporan,” tegas Hendri.

Bukan hanya video dan foto si bayi, Hendri Irawan juga mengingatkan agar tidak menyebar foto Bidan bersangkutan. Karena akan menimbulkan spekulasi dan mengganggu mental para Bidan yang bersangkutan.

“Saya mohon kepada netizen yang tidak mengetahui tentang cerita ini, jangan berspekulasi, dan tidak menyebar foto bidan terkait,”ungkapnya.

Ditambahkan Hendri, pihaknya pun meminta kepada masyarakat yang terlanjur menyebar foto bayi dan foto Bidan, agar segera menghapus dikarenakan dapat terjerat Undang undang ITE.”Segera hapus. Jika ada tuntutan dari yang bersangkutan, pihak keluarga dan pihak kuasa hukum tidak bertanggung jawab,”himbaunya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, Rahmi Indrasuri juga membenarkan perihal perdamaian antara Puskesmas Gajah Mada dan keluarga Khaidir.

“Intinya sudah mediasi, semua pihak terkait sudah memahami perihal keluarga dan bayi tersebut. Pihak Puskesmas Gajah Mada tidak ada niat dan unsur untuk membuat keadaan seperti yang terjadi pada saat itu. Mereka terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,”jelasnya.

Rahmi juga berharap masyarakat Inhil tidak memfonis dan memberikan penilaian buruk terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Gajah Mada terkait hal tersebut.(Mel)

Sumber : Riauterkini.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments