Senin, April 20, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Butuh Biaya Persalinan Jadi Alasan Pria di Pekanbaru Nekat Maling Motor

Butuh Biaya Persalinan Jadi Alasan Pria di Pekanbaru Nekat Maling Motor

Jagariau – PEKANBARU – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Terdesak untuk keperluan persalinan sang istri membuat WP alias Wira gelap mata melakukan tindak pidana pencurian. Akan ulahnya, pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Polsek Tampan, Polresta Pekanbaru kini harus mendekam di jeruji besi Polsek Tampan. pelaku diamankan Polisi setelah melakukan pencurian sepeda motor diarea Kampung Universitas Islam Negeri (UIN) Susqa Riau.

Pelaksana harian (Plh) Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Ahmad Mamora melalui Kapolsek Tampan, Kompol I Komang Aswatama mengatakan pelaku berjumlah dua orang. Namun Hanya WP yang berhasil diamankan.”Korban bernama Stevania. Kejadian itu terjadi pada tanggal Kamis 14 Juli 2022 kemarin,”ujarnya.

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek segera memerintahkan Kanit Reskrim, AKP Aspikar serta Team Opsnal Polsek Tampan guna melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna Pink Hitam berplat nomor Polisi (Nopol) BM 2709 AAB.

Dikatakan Aspikar, aksi pencurian ranmor itu berawal saat saksi MA yang merupakan sekuriti kampus melihat ada dua orang pria mengendarai sepeda motor yang dicurigai mondar mandir di dalam kampus UIN Susqa Riau, lalu melapor ke atasannya.

Lalu, saksi MA membuntuti dan melihat kedua pelaku mengarah ke parkiran Rektorat. Salah seorang dari pelaku yang dibonceng turun mendekati sepeda motor Honda Beat warna Pink Hitam tersebut yang terparkir rapi. Pelaku lantas melakukan aksinya dengan cara memasukkan sebuah obeng ke dalam kunci kontak sepeda motor tersebut sehingga mesin sepeda motor menyala.

“Saksi MA langsung mengejar, pelaku berusaha lari dengan menggunakan sepeda motor, namun sekitar 10 meter, saksi MA berhasil menahan memegang besi belakang sepeda motor. Hingga akhirnya pelaku terjatuh ke aspal dan kaki kanan pelaku membentur tembok pembatas jalan. Akibatnya, kaki sebelah kanan mengalami patah tulang dan pelaku dapat diamankan, sedangkan teman pelaku yang membonceng berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor yang dibawanya,”paparnya.

Akibatnya, pelaku langsung dibawa petugas ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Dari keterangan pelaku, ia melakukan aksi itu menggunakan obeng.

“Dari pengakuannya, pelaku sudah dua kali melakukan aksi curanmor ini, namun gagal dan mengaku terpaksa melakukan tindak pidana itu lantaran perlu uang untuk biaya persalinan istrinya yang tengah hamil tua,”paparnya.

Dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini, pelaku dejerat dengan pasal 363 KUHPidana.(hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments