Selasa, April 21, 2026
Beranda Riau DURI Camat Mandau Salurkan Rapel BLT DD di Dua Desa

Camat Mandau Salurkan Rapel BLT DD di Dua Desa

Jagariau – DURI – Senin (20/6/22), Camat Mandau, Riki Rihardi turun langsung memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap IV, V dan VI di Desa Bathin Betuah dan Harapan Baru. Selain itu, Camat juga menyerahkan langsung kepada masyarakat di dua desa itu.

Mengambil tempat di Gedung Desa Bathin Betuah, ratusan masyarakat tampak larut dalam sopan santun yang ditunjukkan orang nomor satu di Kecamatan penghasil minyak bumi di Provinsi Riau tersebut dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak Pandemi Corona Virus Disease – 2019 (Covid – 19).

Kepala Desa (Kades) Bathin Betuah, Prayetno dalam sambutannya berharap kepada masyarakat agar dapat menggunakan dana BLT dengan sebaik mungkin guna membantu ekonomi keluarga dan nantinya bahu membahu melaksanakan bergotong royong.

Senada, Kades Harapan Baru, Tarmin mengucap rasa syukurnya kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada Bupati Bengkalis, Kasmarni atas kepedulian telah menggelontorkan bantuan kepada masyarakat dari tahun ke tahun. Seperti tahun ini dengan realisasi jalan dengan anggaran Rp 9 Milliar.

Didampingi Kasi PMD, Muhammad Faisal dan PLT Kasubag Keuangan perlengkapan, Muhammad Nurizan, Camat Mandau mengingatkan kepada 103 orang masyarakat Desa Bathin Betuah dan 97 orang masyarakat Desa Harapan Baru yang menerima BLT – DD agar mempergunakan dana tersebut demi kepentingan keluarga dan bukan untuk kepuasan pribadi.

“Tujuan pencairan dana BLT-DD ini untuk mensejahterakan masyarakat desa, maka kami menghimbau kepada penerimanya agar selalu bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan Pemerintah dan semoga bermanfaat, berkah bagi kita semua,”harapnya.

Tinjau Jembatan

Usai kegiatan yang dipusatkan di gedung desa Bathin Betuah, Camat Mandau, Riki Rihardi langsung merespon keluhan masyarakat akan nasib salah satu jembatan penghubung dua desa tersebut yang mengalami kerusakan pada pondasi tiang penyanggah.

Disaat hujan, jembatan bernama Senuling dengan panjang 12 meter dan lebar 5 meter itu sangat rawan untuk dilintasi karena genangan air. Akibatnya, masyarakat, terutama anak sekolah harus absen menimba ilmu.

“Kami berharap agar jembatan ini bisa segera diperbaiki, kami juga berharap agar dinas terkait bisa segera mengambil reaksi cepat ,karena jika terus dibiarkan, kami khawatir nantinya terjadi hal-hal yang tidak kita semua inginkan,”pintanya seraya berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait.(hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments